Top

Karyawan Snapchat Dilaporkan Mata-matai Pengguna

(FILES) In this file photo taken on March 1, 2017 the Snapchat logo is displayed on a mobile phone in Glendale, California. - Messaging app Snapchat, which is widely popular among younger users but has struggled to turn a profit since its creation in 2011, on April 4, 2019 announced the launch of its own multiplayer gaming platform."Friendship is more than just the things you chat about," said Will Wu, the director of product at Snapchat as he unveiled Snap Games at a "summit" in Los Angeles. "Friendship is also about experience you have together." (Photo by Robyn BECK / AFP)

Karyawan Snapchat Dilaporkan Mata-matai Pengguna

Salah satu masalah pada layanan online adalah soal keamanan data. Mau tidak mau data kita, sebagai pengguna, berada di bawah kendali perusahaan yang layanannya kita pakai.

Sebagian besar orang berasumsi bahwa ada pengamanan yang dilakukan perusahaan-perusahaan tersebut untuk mencegah akses ke data personal kita. Sayangnya, selalu ada celah, baik karena kecerobohan kita sendiri, atau malah datang dari perusahaan itu sendiri.

Untuk kemungkinan yang terakhir, ada contoh kasus terbaru yakni snapchat. Dikutip dari Motherboard, Senin (27/5/2019), sebuah laporan menyebutkan sejumlah karyawan Snapchat menyalahgunakan posisi mereka untuk memata-matai pengguna.

Laporan yang mengutip seorang mantan karyawan Snapchat itu menginformasikan, bahwa ada beberapa karyawan Snapchat menyalahgunakan akses yang mereka punya beberapa tahun lalu.

Menurut sumber, Snapchat menjadi alat internal yang memungkinkan karyawan mengakses informasi si pengguna, termasuk lokasi mereka, Snap yang disimpan dan informasi personal lainnya.

Salah satu tool, bernama SnapLion, dikembangkan oleh Snap agar mereka bisa mengakses informasi pengguna. Namun diperlukan permintaan dari penegak hukum untuk bisa menggunakan akses ini.

Menanggapi laporan ini, Snap selaku induk perusahaan Snapchat menyebutkan bahwa melindungi privasi pengguna merupakan hal terpenting bagi mereka.

“Kami menyimpan sejumlah kecil data pengguna, dan kami memiliki begitu banyak kebijakan dan pengawasan untuk membatasi akses internal ke data yang kami punya,” demikian pernyataan Snap.

“Akses tanpa izin dalam bentuk apapun jelas merupakan pelanggaran standar perusahaan dan pedoman bisnis. Jika terdeteksi, kami segera melakukan tindakan,” tutupnya.

Sumber : inet.detik.com

No Comments

Post a Comment