Top

Huawei Komentari Google yang Setop Android di Ponsel Mereka

1

Huawei Komentari Google yang Setop Android di Ponsel Mereka

Huawai berkomentar terkait pemblokiran layanan Google terhadap perusahaannya. Huawei menyebut akan tetap memberikan dukungan untuk pembaruan keamanan dan purna jual untuk smartphone dan tablet mereka yang menggunakan sistem operasi Android milik Google.

“Huawei akan terus memberikan pembaruan keamanan dan layanan purna jual untuk semua produk smartphone dan tablet Huawei dan Honor yang ada yang mencakup yang telah dijual atau yang masih ada sebagai stok secara global,” tulis Huawei dalam siaran pers yang diterima CNNIndonesia.com, Senin (20/5).

Pernyataan ini dikeluarkan sebagai reaksi atas keputusan Google yang akan menghentikan dukungan layanan seperti Gmail, Google Maps, hingga Android.

Keputusan Google ini menyusul kebijakan Pemerintah AS yang melakukan pelarangan produk teknologi AS dipakai oleh Huawei. Selain Google, Qualcomm dan Intel juga akan menghentikan pasokan cip mereka ke perusahaan China itu.

Meski demikian, pernyataan itu tidak memberikan penjelasan bagaimana Huawei akan terus memberikan dukungan pembaruan keamanan pada perangkat Android mereka. Sebab, pembaruan keamanan biasanya dilakukan oleh Google.

Tahun lalu, Huawei telah menjual 203 juta ponsel di seluruh dunia. Angka ini naik dari penjualan 2017 sebanyak 150 juta perangkat. Berdasarkan data Gartner, Huawei telah berhasil menggeser Apple sebagai penjual perangkat ponsel terbesar kedua di dunia membuntuti Samsung. Menurut laporan IDC, pada kuartal pertama 2019 Huawei telah menjual 59 juta perangkat.

Dengan adanya larangan ini, jutaan pengguna Huawei terancam kehilangan akses untuk mendapatkan tambalan software keamanan dan distribusi pembaruan sistem operasi Android.

Untuk menghindari hal ini, Google bisa saja membuat sistem operasinya sendiri. Tapi tentu langkah ini tak mudah. Samsung sempat akan membuat sistem operasi sendiri, Tizen. Namun, hingga saat ini, perusahaan Korsel itu tak kunjung merilis sistem operasi tersebut.

Mozilla pun sempat akan merilis sistem operasi alternatif di masa awal Android meledak di pasaran. Namun, tetap kalah populer dari Android.

Sumber : www.cnnindonesia.com

No Comments

Post a Comment