Top

Tabrakan Dua Bintang Picu Kemunculan Emas & Platinum

3

Tabrakan Dua Bintang Picu Kemunculan Emas & Platinum

Astrofisikawan asal Universitas Florida Imre Bartos dan Szabolcs Marka dari Universitas Colombo mengungkapkan 0,3 persen emas, platinum, dan uranium yang berada di bumi berasal dari tabrakan hebat dua bintang sekitar 4,6 miliar tahun lalu.

Berdasarkan data elektromagnetik yang diproduksi GW 170817, tambrakan bintang neutron sempat terdeteksi pada 2017 lalu. Dari kejadian itu mengajarkan bahwa tabrakan menghasilkan sejumlah unsur berat seperti emas, platinum, dan uranium.

“Artinya masing-masing dari kita akan menemukan unsur-unsur ini dalam bentuk yodium yang sangat penting bagi kehidupan,” kata Bartos dikutip dari laman resmi Universitas Columbia.

Tabrakan kuat antara dua bintang neutron tersebut memicu proses penangkapan neutron dan serangkaian reaksi nuklir. Inti atom yang bertabrakand engan neotron bisa mensintesiskan unsur-unsur yang lebih berat dibandingkan besi.

Ketika disintesiskan oleh unsur-unsur berat yang terjadi cukup cepat, peluruhan radioaktif tidak memiliki kesempatan untuk mengambil lebih banyak neutron sebelum ditambahkan ke nuklues.

Untuk memastikan asal unsur-unsur berat Bumi, Bartos dan marka kemudian melakukan analisis isotop radioaktif dalam meteorit awal Bima Sakti. Ada dua kemungkinan asal unsur-unsur tersebut yakni dari supernova atau penggabungan bintang neutron.

Mengutip science alert, keduanya menemukan bahwa tabrakan bintang neutron tunggal dapat terjadi sekitar 100 juta tahun sebelum Bumi terbentuk dan sekitar 1.000 tahun cahaya dari awan gas yang akhirnya membentuk Tata Surya.

Galaksi Bima Sakti sendiri berdiameter 100 ribu tahun cahaya atau sekitar 100 kali jarak saat peristiwa tertabraknya dua bintang neutron. Para peneliti percaya bahwa penelitian ini dapat memberikan wawasan sejarah Bumi.

“Hal ini memberikan cahaya terang pada proses yang terlibat dalam asal-usul dan komposisi Tata Surya kita serta akan memulai jenis baru pencarian disiplin ilmu seperti kimia, biologi dan geologi guna memecahkan teka-teki kosmik,” ujar Bartos. (din/evn)

Sumber : www.cnnindonesia.com
No Comments

Post a Comment