Top

The International 2019 Siap Digelar Agustus

3

The International 2019 Siap Digelar Agustus

 Penggemar game genre MOBA (Multiplayer Online Battle Arena) terutama DOTA 2 buatan Valve berkesempatan menyaksikan pertandingan yang diisi oleh tim epsorts profesional internasional terkenal. Valve baru saja mengumumkan tanggal pelaksanaan kompetisi tahunan DOTA 2 The International 2019.

Kabar ini dikonfirmasi oleh akun Twitter resmi DOTA 2. Dalam cuitannya disebut bahwa pelaksanaan acara akan berlangsung pada tanggal 20-25 Agustus 2019. Pemilihan bulan pelaksanaan ini masih sama seperti beberapa kompetisi The International sebelumnya.

Meskipun pihak Valve maupun DOTA 2 belum menyebutkan lokasi pelaksanaannya, rumor beredar menyebut kompetisi esports fenomenal ini akan digelar di Asia untuk pertama kalinya.

Rumor ini pertama kali berhembus dari unggahan media sosial Weibo milik tim DOTA 2 asal Tiongkok yaitu klub Vici Gaming yang juga cukup disegani di kompetisi global.

Disebutkan di unggahannya bahwa koemptisi babak grup berlangsung di 16-18 Agustus 2019 dan main event pada 20-25 Agustus 2019.

Tentu saja ini membuat penggemar DOTA 2 di Asia terutama Asia Tenggara berkesempatan menyaksikannya langsung. Dikutip dari GGWP, tercatat tujuh kompetisi The International terdahulu berlangsung di benua Amerika, yaitu enam kali di Seattle, Amerika Serikat, dan sekali di Vancouver, Canada. Terakhir adalah di Cologne, Jerman.

Pihak Valve sendiri belum menyebutkan nilai total hadiah utama untuk pemenang The International 2019. Namun di tahun lalu hadiah mencapai USD25,5 juta atau senilai Rp362 juta. Angka ini menjadikan kompetisi The International sebagai kompetisi esports profesional dengan hadiah terbesar tahun 2018.

Rumor lain terkait lokasi disebutkan bahwa DOTA 2 The International 2019 akan mengambil lokasi Mercedes-Benz Arena Shanghai, Tiongkok. Di YouTube beredar sebuah video sambutan dari pemerintah kota Shanghai atas rencana penyelenggaraan DOTA 2 The International 2019.

Di The International 2018 ada hal menarik dari sekadar pertunjukkan tim esport terkenal di tingkat global. Di kompetisi tersebut, perusahaan pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) milik Elon Musk bernama OpenAI ikut bertanding.

Tentu saja tim tersebut tidak menggunakan pemain manusia melainkan teknologi AI. Jadi para profesional akan bertanding melawan komputer atau bot yang digerakkan oleh AI.

Dijelaskan bot OpenAI sudah mampu menampilkan gaya permainan yang setara jam main yang dilakukan manusia selama 180 tahun hanya dalam kurun waktu beberapa jam. Artinya kemampuan berpikir dan bertindak bot tersebut bisa dianggap setara dengan kemampuan atlet esports profesional.

OpenAI memiliki kemampuan di atas manusia seperti waktu reaksi mereka yang lebih cepat 80ms, serta kemampuan untuk menghasilkan tindakan atau eksekusi langkah hingga 150-170 langkah per menit.

Sumber : www.medcom.id

No Comments

Post a Comment