Top

Didukung Kemenpora, eSport Siap jadi Kurikulum Resmi di Indonesia!

esport-jadi-kurikulum-resmi-indonesia-1-45e93

Didukung Kemenpora, eSport Siap jadi Kurikulum Resmi di Indonesia!

Apa jadinya jika game MOBA dan FPS jadi kurikulum resmi di sekolah? Apa akan buat kamu jadi lebih semangat belajar?

Amerika Serikat sudah menjadikan eSport atau Electronic Sports sebagai kurikulum resmi di sekolah.

Indonesia sendiri sudah mulai menerapkan kurikulum eSport dengan dukungan dari Kemenpora. Namun, apa jadinya kalau kurikulum ini diresmikan di semua sekolah, mengingat kasus PUBG yang diharamkan.

Yuk, simak penjelasan selengkapnya berikut ini!

eSport Siap jadi Kurikulum Resmi di Indonesia!

Dikutip dari Kumparan, eSport resmi jadi kurikulum di sekolah tingkat SMA di 8 negara bagian Amerika Serikat.

Negara bagian tersebut antara lain Connecticut, Georgia, Kentucky, Massachusetts, Rhode Island, Alabama, Mississippi, dan Texas Charter.

Gamau kalah dengan AS, Indonesia juga punya sekolah dengan kurikulum eSport loh, geng!Sekolah itu adalah SMA 1 PSKD yang terletak di Jakarta Pusat.

Sekolah ini menerapkan program edukasi eSport sejak tahun ajaran 2016/2017 dan menjadikannya sebagai sekolah pertama yang punya edukasi game eSport.

Walaupun belum resmi jadi kurikulum, tapi ada kabar baik nih untuk kamu yang gemar bermain game yang dijadikan eSport seperti MOBA, FPS, dan RTS.

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sudah menyediakan anggaran Rp50 miliar untuk menggelar kompetisi di sekolah pada 2019.

Dikutip dari CNN Indonesia, Menpora Imam Nahrawi berpendapat bahwa eSport harus mulai masuk ke kurikulum sekolah.

Namun, apa sih dampak yang didapat jika eSport benar-benar jadi kurikulum resmi di Indonesia?

Dampak Positif dan Negatif Kurikulum eSport

Mungkin kalau kamu tanya orangtua, game eSport di mata mereka adalah hal buruk yang bisa buat kamu kecanduan dan lupa waktu.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, berpendapat bahwa eSport tidak boleh dianggap remeh.

Karena permainan eSport memerlukan konsentrasi tinggi seperti olahraga lainnya yang membutuhkan taktik dan ketepatan.

Jika menjadi sebuah edukasi wajib di Indonesia, berikut adalah dampak positif dan negatif dari kurikulum eSport:

Positif:

  • Mengembangkan bakat siswa, sehingga punya bekal sebagai pemain profesional eSport
  • Melatih konsentrasi dan kecepatan
  • Membangun kerjasama tim
  • Meningkatkan keterampilan dalam memecahkan masalah
  • Meningkatkan kemampuan untuk bersosialisasi melalui komunikasi dengan tim dalam game

Negatif:

  • Membuat kecanduan narkotika lewat mata (narkolema)
  • Dapat menurunkan kualitas penglihatan

Kontroversi Kurikulum eSport

Terkait dengan kasus fatwa haram dan pelarangan bermain game berunsur kekerasan pada game PUBGapakah eSport dapat diresmikan jadi kurikulum di Indonesia?

Permainan eSport seperti PUBG, DOTA, CSGO, dan game lainnya memang memiliki elemen kekerasan seperti baku tembak hingga menciptakan ilustrasi darah dan kematian.

Namun, kembali lagi kepada bagaimana pemain menanggapinya. Sebuah game tidak akan memiliki pengaruh terhadap sifat seseorang.

Kasus pelarangan atau membuat game tertentu diharamkan tidak dapat didukung sepenuhnya, karena game bukan faktor utama pemicu kekerasan dan terorisme.

Kamu dapat melihat kasus selengkapnya di artikel Jaka tentang PUBG Diharamkan MUI Karena Menginspirasi Teroris.

Bagaimana jika seorang anak bermain game, sebagai contoh PUBG lalu mengikuti karakternya dengan menusuk menggunakan pisau?

Game seperti PUBG memiliki batasan usia pemain, yaitu 16 tahun ke atas dan memiliki peringatan sebagai game dengan tingkat kekerasan yang kuat.

Semua kembali lagi dari peran lingkungan sekitar seperti keluarga dan sekolah dalam mendidik. Jika ditanya apakah Indonesia siap punya kurikulum eSport, jawabannya siap dengan dukungan pemerintah.

Asalkan cara pengajaran yang diberikan benar dan mendidik. Apakah kamu siap untuk penerapan kurikulum eSport di sekolah, geng?

Sumber : jalantikus.com

No Comments

Post a Comment