Top

Berikut Jawaban Proton di Indonesia Setelah Mendapat Banyak Sentimen Negatif

proton

Berikut Jawaban Proton di Indonesia Setelah Mendapat Banyak Sentimen Negatif

Proton, merek mobil asal Malaysia mencoba bangkit di Indonesia setelah beberapa tahun ‘meredupkan’ aktivitas bisnis otomotifnya dengan alasan yang belum terungkap.

PT Proton Edar Indonesia (PEI), selaku distributor Proton di Tanah Air terakhir menggelar acara peluncuran mobil di Indonesia pada Februari 2017 lewat Iriz. Salah satu penyebab Proton tak ‘menyala’ diduga kalah bersaing dengan merek mobil Jepang, dan Korea.

Hasil penelusuran CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu, kantor pusat PT PEI yang berlokasi di jalan Sultan Iskandar Muda No.89, Arteri Pondok Indah, Jakarta Selatan terpampang papan reklame bertuliskan “Disewakan”.

Informasi yang didapat PEI sudah tutup sejak Juni 2018 dan pindah ke Bekasi, Jawa Barat, yang lokasinya tidak diketahui. Sementara dealernya dipastikan pindah ke jalan Meruya Ilir, Jakarta Barat. Di tengah ketidakpastian keberadaan PEI, tiba-tiba masuk keterangan resmi Proton ke redaksi CNNIndonesia.com, pada Selasa (11/3).

Dalam keterangan resmi tersebut menjelaskan bahwa pihak Proton sedang memperbaiki kegiatan bisnisnya dan tidak meninggalkan pasar Indonesia maupun pelanggannya.

“Sebagai pasar otomotif terbesar di kawasan ASEAN, Indonesia sangat penting bagi pertumbuhan penjualan Proton di masa depan. Perubahan bisnis kami di negara ini (Malaysia) tidak mengubah niat kami untuk mengekspor berbagai kendaraan baru kami, seperti Proton X70, dalam waktu dekat,” Director of International Sales for Proton Steven Xu.

Ia menjelaskan pihaknya sedang ada pembahasan internal untuk menunjuk distributor lokal baru (di Indonesia) guna membantu memperluas jangkauan Proton.

“Proton memahami mengenai pihak-pihak yang prihatin dengan perubahan ini, tetapi kami ingin meyakinkan pelanggan, penggemar, dan mitra bisnis kami di Indonesia bahwa perusahaan tidak akan meninggalkan Indonesia,” tambah Steven.

Sejarah Singkat Proton di Indonesia

Proton tidak bisa lepas dari Perdana Menteri Malaysia terpilih Mahathir Mohamad (92). Sebab, Proton pertama kali diprakarsai oleh Mahathir Mohamad pada 1979 tujuannya demi menggairahkan industri otomotif Malaysia.

Proton sendiri telah beroperasi di Indonesia sejak 2007, dan model yang telah dipasarkan di Indonesia antara lain Savvy, GEN.2 Persona, Gen 2, Wira, Neo dan lainnya.

Sekitar dua tahun silam Geely mengakuisisi 49,9 persen saham Proton. Sejak di bawah payung perusahaan otomotif asal China, Geely, operasi bisnis otomotif Proton di dunia total berubah.

Proton ingin untuk menjual 400.000 mobil per tahun pada 2027. Target tersebut hasil dari menyiapkan mobil-mobil yang ‘masuk akal’ untuk kebutuhan konsumen di berbagai negara, termasuk Indonesia dengan menawarkan kendaraan yang disebut bakal ‘populer’. (ryh/mik)

Sumber : cnnindonesia.com

No Comments

Post a Comment