Top

Transaksi Gadai Kini Tersedia Di Kantor Pos

inimedia-transaksi-gadai-kini-tersedia-di-kantor-pos

Transaksi Gadai Kini Tersedia Di Kantor Pos

Platform gadai online Pinjam resmi mengumumkan kemitraan dengan Pos Indonesia pada tanggal 25 Oktober 2017. Melalui kemitraan ini, nasabah Pinjam kini bisa menggadaikan barang berharganya melalui beberapa kantor pos yang berada di wilayah DKI Jakarta.

Terbatasnya jangkauan kantor pos yang bermitra ini terkait izin operasi di yang masih baru sebatas Jakarta.  Menurut Co-Founder dan Chief Executive Officer Pinjam, Teguh Ariwibowo, pihaknya sebenarnya sudah melakukan soft launching dengan Pos Indonesia sejak bulan April 2017. Namun mereka baru mengumumkan secara resmi kepada publik karena Pinjam sedang mempersiapkan use case terkait kemitraan ini enam bulan sebelumnya.

“Kemarin kami penyebarannya parsial. Mulai dari lima outlet (kantor pos) dulu. Tantangannya apa saja, tambahin lagi. Kami koordinasi untuk memastikan kalau mau langsung tumbuh menjadi dua ratus (outlet) tahun depan. Jadi sudah ada modelling awalnya,” jelas Teguh.

Lebih lanjut Teguh menambahkan bila Pinjam telah menempatkan 28 penaksir yang tersebar di beberapa kantor pos di Jakarta. Dengan kerja sama ini, Teguh pun berharap Pinjam bisa lebih menjangkau banyak masyarakat untuk menawarkan layanan gadainya.

Sedangkan mengenai berapa persen dampak yang diberikan Pos Indonesia terhadap bisnis Pinjam, Teguh mengatakan belum bisa menyampaikannya saat ini. “Tapi enggak sampai setengah tahun ke depan, kami bakal share total impact bisnis yang sudah tercapai dan sudah menjangkau berapa banyak nasabah,” tuturnya.

Rahasiakan besaran komisi

Direktur Ritel dan Sumber Daya Manusia Pos Indonesia, Ira Puspadewi, mengakui bahwa pihaknya menerima komisi dari transaksi gadai yang dilakukan nasabah Pinjam di tempatnya. Namun Ira enggan menyebutkan berapa persen besaran komisi yang mereka dapatkan.

“Bagi kami, komisi itu suatu hal. Bisnis pasti harus menghasilkan. Tapi yang paling penting bagi kami adalah meningkatkan akses finansial ke masyarakat. Itu jauh lebih penting dari komisi. Komisi harus, tapi membuka akses lebih lebar ke masyarakat, engage ke teman-teman muda, itu lebih valuable,” kata Ira.

Dalam kesempatan tersebut, Ira juga menjawab pertanyaan apakah melalui kerja sama ini Pos Indonesia akan ikut menggarap bisnis yang sama seperti Pegadaian. Menurutnya kerja sama ini merupakan bentuk penekanan bahwa Pos Indonesia juga berfungsi sebagai point of service, selain menyediakan layanan pengiriman barang.

“Di kantor pos itu kan bisa bayar-bayar sama kirim-kirim. Itu yang kami tekankan, sebagai point of service yang bisa macam-macam,” ucapnya. Sedangkan Teguh mengatakan kerja sama Pos Indonesia dengan Pinjam tak akan menggarap pasar yang sama dengan Pegadaian, karena target market mereka berbeda secara demografi.

 “Demografi kami usianya lebih muda, sekitar dua puluh sampai empat puluh tahun. Kalau di tempat lain demografinya bisa campuran,” kata Teguh. Adapun kemitraan antara Pos Indonesia dengan Pinjam sudah tertuang dalam kontrak kerja sama berdurasi dua tahun.
Sumber : https://id.techinasia.com
No Comments

Post a Comment