Top

Motivasi & Inspirasi Karyawan di Masa Sulit

inimedia-motivasi-inspirasi-karyawan-di-masa-sulit

Motivasi & Inspirasi Karyawan di Masa Sulit

Tugas seorang pemimpin tidak terbatas pada sekadar memberikan perintah orang lain untuk mengerjakan apa yang dia inginkan. Bila kamu hanya menyuruh, bawahanmu mungkin mau mematuhimu sekali. Tapi begitu kamu pergi atau berhenti mengawasi, mereka akan menjadi malas, bahkan beralih mengerjakan hal lain yang lebih mereka inginkan.

Leader zaman now harus menyadari pentingnya kooperasi. Kooperasi artinya bukan menyuruh, tapi membuat orang lain mau bekerja sama denganmu secara suka rela. Ada dua cara yang bisa kamu gunakan, yaitu motivasi dan inspirasi. Keduanya mungkin terdengar mirip, tapi sebenarnya memiliki perbedaan cara dan tujuan.


Motivasi: dorongan untuk mencapai tujuan

Motivasi adalah mendorong orang lain untuk berperilaku sedemikian rupa sehingga ia dapat mencapai tujuan tertentu. Mungkin apa yang ia kerjakan tidak menyenangkan, tapi ia tergerak untuk melakukannya karena ada imbalan. Sebagai contoh, seorang pelatih tim sepak bola akan memotivasi para pemain untuk bermain baik di lapangan. Imbalannya adalah kemenangan atau trofi.

Ada lima hal yang bisa kamu lakukan untuk memotivasi:

  • Katakan apa yang kamu inginkan dengan jelas. Jangan mengatakan hal yang terlalu generik, seperti, “Saya ingin kalian berjuang sebaik-baiknya.” Itu tidak akan menumbuhkan motivasi. Apa jenis pekerjaannya? Kapan harus selesai? Apa targetnya? Semua ini harus kamu jelaskan secara spesifik.
  • Beri batasan waktu dan usaha. Kamu bisa memotivasi seseorang untuk bekerja keras selama satu hari, atau satu minggu. Tapi kamu tidak bisa menyuruhnya lembur setiap hari. Tiap orang punya batasan kemampuan dan energi mental. Kamu harus menentukan deadline dan tuntutan yang masuk akal.
  • Berbagi pengorbanan. Jangan menyuruh bawahanmu untuk lembur sementara kamu sendiri santai-santai di spa. Untuk memotivasi para karyawan, sebagai pemimpin kamu harus berada di garis depan dan bekerja keras terlebih dahulu.
  • Menanamkan emosi. Ada bermacam-macam emosi yang bisa memicu motivasi. Mulai dari rasa bangga, rasa memiliki, kegembiraan ketika berhasil mencapai sesuatu, hingga rasa takut. Tanamkan emosi dalam para karyawan, tapi jangan terlalu sering memberi rasa takut. Kadang rasa takut bisa memacu seseorang, tapi terlalu banyak malah akan membuat stres.
  • Beri alasan untuk menyelesaikan pekerjaan. Alasan di sini umumnya berupa imbalan, tapi tidak harus itu. Kamu juga bisa berkata, “Bila kita gagal memenuhi target, kontrak kita akan dibatalkan.” Di era yang penuh persaingan seperti sekarang, meyakinkan orang bahwa ia tidak akan kehilangan pekerjaan dapat menjadi motivasi yang sangat besar.

Inspirasi: mengubah pola pikir dan perasaan

Dibandingkan motivasi, inspirasi bersifat lebih tidak langsung. Kamu tidak secara gamblang meminta karyawan untuk mencapai suatu tujuan, tapi kamu mengubah cara berpikir serta perasaan mereka agar mereka mau melakukan aksi positif. Inspirasi menyentuh nilai-nilai serta keinginan dalam diri seseorang, dan memberikan imbalan berupa kepuasan pribadi.

Bila kamu ingin memberi inspirasi, terapkan lima hal berikut:

  • Jadilah teladan. Bila kamu ingin menginspirasi orang lain, cara yang paling kuat bukanlah lewat kata-kata, tapi lewat reputasi, karakter, dan perilakumu sendiri. Jadilah pionir perubahan yang kamu inginkan. Ingatlah bahwa untuk membuat orang lain melakukan yang terbaik, kamu harus menjadi yang terbaik terlebih dahulu.
  • Bercerita. Dalam cerita, kamu tidak mengatakan pada orang lain apa yang harus mereka lakukan. Tapi kamu mengaktifkan imajinasi dan emosi mereka, membuat mereka percaya bahwa mereka bisa menjadi sesuatu yang lebih hebat.
  • Menyesuaikan nilai. Setiap orang punya nilai atau kepercayaan yang dipegang teguh. Untuk membuat mereka terinspirasi, mintalah mereka untuk berperilaku sesuai dengan nilai yang mereka pegang tersebut. Pada umumnya setiap nilai pasti memiliki sisi positif, dan sisi positif itulah yang harus ditarik keluar.
  • Menanamkan rasa percaya. Ketika kamu menginspirasi, kamu tidak menyuruh orang lain untuk melakukan sesuatu secara spesifik. Kamu mendorong mereka untuk menjadi lebih baik, dan percaya bahwa mereka akan melakukan hal yang benar. Apa yang nantinya mereka kerjakan belum tentu sesuai ekspektasimu, malah mungkin tak pernah kamu bayangkan sebelumnya.
  • Memberi tantangan. Orang tidak akan terinspirasi oleh hal-hal yang biasa-biasa saja. Mereka terinspirasi oleh kreativitas, kerja keras, serta pengorbanan untuk melampaui keterbatasan. Tantang mereka untuk melakukan hal yang selama ini mereka anggap mustahil.

Motivasi dan inspirasi dapat mendorong karyawan untuk mengerahkan potensi terbaik mereka, tinggal pemimpin yang menentukan kapan waktu yang tepat untuk menggunakannya. Bila kamu ingin mencapai tujuan jangka pendek, kamu butuh motivasi. Bila kamu ingin membentuk identitas, serta aspirasi dan komitmen jangka panjang, kamu butuh inspirasi.

 

Sumber : https://id.techinasia.com

No Comments

Post a Comment