Top

Butuh Jasa Profesional, Pesan Lewat Chat Moselo

inimedia-butuh-jasa-profesional-pesan-lewat-chat-moselo

Butuh Jasa Profesional, Pesan Lewat Chat Moselo

Sebagai sosok yang dekat dengan dunia teknologi, CEO Weekend Inc. Richard Fang justru mengalami masalah saat ia coba memanfaatkan teknologi untuk mencari vendor acara pernikahan. Hal itu terjadi pada November 2016 lalu, ketika ia dan pasangannya tengah merencanakan pernikahan, dan coba mencari vendor melalui Instagram, BrideStory, hingga Weddingku.

“Setelah melihat portofolio vendor, saya harus melakukan chat dengan mereka untuk menanyakan daftar harga. Itu pun tak semuanya membalas. Baru kemudian ada beberapa vendor yang membalas dan mengirim penawaran lewat email. Proses ini sungguh menguras waktu dan tenaga,” ujar Richard kepada Tech in Asia Indonesia.

Itulah alasan yang kemudian mendorong Richard untuk mendirikan sebuah startup baru bernama Moselo. Demi mengembangkan startup tersebut, ia mengajak Head of Mobile Tech startup fesyen StyleTheory bernama Ritchie Nathaniel sebagai CTO. Rekan Richard di Weekend Inc., Andoko Chandra, juga turut bergabung sebagai Technology Advisor.

Fokus lakukan validasi

Moselo merupakan aplikasi yang bisa memudahkan kamu mencari ahli (expert) di bidang kecantikan, fesyen, fotografi, hingga hiburan, dan menanyakan beberapa hal kepada mereka. Bila kamu tertarik menggunakan jasa mereka, misalnya untuk melakukan riasan (make up), kamu pun bisa melakukan pemesanan lewat aplikasi yang sama.

Menariknya, semua fitur mulai dari konsultasi hingga pemesanan layanan, bisa kamu lakukan dalam sebuah halaman obrolan (chat). “Jika dulu kamu minimal menggunakan tiga aplikasi berbeda untuk mencari, chatting dan memesan jasa make-up artist, kini cukup dengan satu aplikasi yaitu Moselo,” jelas Richard.

Make up sendiri merupakan kategori dengan jumlah expert paling banyak. Namun mereka juga mempunyai expert di kategori lain, seperti fotografi dan desainer fesyen, serta akan membuka kategori baru di bidang desain (ilustrasi dan karikatur).

Saat ini, Moselo telah tersedia untuk masyarakat di empat kota, yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Bali. Setelah satu bulan meluncurkan aplikasi mereka, Moselo mengaku telah mempunyai 33 expert, serta melayani sekitar sembilan pesanan.

Untuk memudahkan para expert, Moselo telah membuat fitur Auto Reply. Fitur tersebut bisa membuat mereka lebih mudah menjawab hal yang sering ditanyakan seperti harga dan ketentuan pemesanan.

“Saat ini kami tengah fokus menambah jumlah pengguna, agar bisa melakukan validasi terhadap aktivitas in-chat order. Untuk itu, kami akan melakukan strategi digital marketing dan content marketing dalam waktu dekat,” jelas Richard.

Menurut Richard, Moselo berada di perusahaan yang berbeda dengan startup lain yang ia dirikan, yaitu Weekend Inc. Itulah mengapa ia mempunyai tim dan pendanaan yang berbeda untuk Moselo. Sejauh ini, Moselo masih beroperasi dengan dana dari angel investor.

Berniat lakukan monetisasi dengan MoseloCoin

Untuk melakukan monetisasi, Moselo berencana menjual sebuah alat pembayaran virtual bernama MoseloCoin pada awal 2018 mendatang. MoseloCoin ini nantinya bisa digunakan para expert untuk menerima pesanan dari calon pelanggan.

Di Indonesia sendiri, Moselo harus bersaing dengan layanan pencarian make up artist seperti HelloBeauty dan GO-GLAM, serta dengan platform marketplace jasa seperti Beres dan Sejasa. Karena itu, Richard menyatakan bahwa pihaknya akan berusaha mengkhususkan diri membuat proses pencarian dan percakapan yang mudah antara pengguna dan expert.

“Dengan begitu, masalah yang sering terjadi seperti info harga yang tidak jelas dan proses tanya jawab yang kurang intuitif, bisa teratasi dengan kehadiran aplikasi kami,” pungkas Richard.

 

Sumber : https://id.techinasia.com

No Comments

Post a Comment